- Jangan berharap kepada manusia, karena engkau kan kecewa. Berharaplah kepada Allah, niscaya engkau tidak akan pernah kecewa.
- Manusia yang mulia adalah yang dia bangun disepertiga malam terakhir, kemudian meminta kepada Allah. Jangan lewatkan waktumu untuk berbuat maksiat, karena tak tahu kapan ajalmu kan menjemput. Sehingga kematianmu menjadi su'ul khothimah.
- Hidupmu di dunia ibarat satu hari atau setengah hari dibandingkan kehidupanmu di akherat kelak, persiapkanlah bekalmu, dan sebaik2 bekal adalah taqwa
- Infakkanlah hartamu. Karena penyimpanan harta yang sesungguhnya adalah yang akan engkau bawa sampai mati, bukan yang engkau simpan untuk duniamu.
- Jangan engkau tunda pekerjaan pagimu untuk sore harimu, niscaya banyak pekerjaan yang akan engkau selesaikan.
- Aturlah waktumu sebaik mungkin, kapan mengurus pekerjaan rumah tanggamu, kapan engkau membaca al qur'an, kapan engkau membaca buku yang bermanfaat dan pekerjaan lainnya.
- Orang yang tertipu adalah orang yang tidak dapat memanfaatkan waktu luangnya padahal dia dalam kondisi sehat.
- Sesungguhnya setelah waktu luang akan ada waktu sibuk, setelah sehat akan ada masa sakit ... manfaatkanlah masa sehatmu dan waktu luangmu sebaik mungkin.
- Sesungguhnya masa sakitmu dibandingkan masa sehatmu lebih banyak waktu sehatmu. Coba ingat berapa lama kamu sakit? Seminggu? Sebulan? Setahun? Bandingkan dengan masa sehatmu! Bersyukurlah
- Janganlah engkau merasa aman dari perbuatan maksiat yang engkau lakukan secara diam-diam. Jika istri, suami atau orang lain tak ada yang mengetahui, akan tetapi Allah mengetahui perbuatanmu. Dan kelak perbuatanmu akan dipertanggungjawabkan.
- Apabila perbuatan maksiat sudah engkau lakukan, menyesal lah! Bertobatlah! Bertaubat dengan sebaik - baik taubat. Janganlah engkau ulangi. Tegakkanlah sholat niscaya akan menghapusnya. Berbuat baiklah kepada orangtuamu niscaya akan menghapus dosa-dosamu.
- Berdo'alah. Sesungguhnya do'a yang paling banyak diiucapkan nabi shalalallahu 'alaihi wa sallam adalah - Ya muqollibal quluub, tsabbit qolbii' alaa diinik - Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku dalam agamaMu.
- Jangan engkau tinggalkan setelah sholat shubuh sebuah do'a - Allohumma innii as aluka 'ilman naa fi'an wa Rizqon thoyyiban wa'amalan mutaqobbalaan - Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.
- Bacalah dzikir pagi dan sore, dia hanya meminta waktumu 10 menit. Kau bisa melakukan disela2 aktivitasmu.
- Bacalah buku yang bermanfaat. Karena ia dapat menghantarkanmu kepada kebaikan. Bacalah buku 4 jam dalam sehari.
- Manusia yang paling utama adalah yang baik akhlaknya. Dan manusia yang paling cerdas adalah yang selalu mengingat mati dan mempersiapkan bekal menghadapi kehidupan setelah kematian.
- Janganlah engkau panjang angan-angan untuk kehidupan duniamu. Ketika usahamu telah mencukupi kebutuhan hidupmu, tak usah engkau tambahkan beban hidupmu dengan berutang untuk memperluas usahamu. Karena bisa jadi engkau akan mati meninggalkan hutang dan sesungguhnya Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam tak bersedia menyolati jenazah orang yang mati meninggalkan hutang.
- Dapat engkau melakukan hal-hal mubah seperti menjaga kesehatan badanmu, akan tetapi janganlah hal tersebut membuatmu lupa menjaga kesehatan hatimu
- Berikan rasa cintamu untuk orang-orang shalih, bukan untuk orang-orang kafir.
- Terakhir, maafkanlah orang yang telah menyakiti hatimu
Tampilkan postingan dengan label Ingat Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ingat Allah. Tampilkan semua postingan
Ingatlah Allah SWT Saat Senang dan Susah
KITA biasanya mengingat Allah SWT saat dilanda kesulitan kesusahan, dan berdoa kepada-Nya. Namun sebaliknya, saat senang, kita kadang lupa kepada-Nya, sebagaimana "sindiran" Allah SWT dalam Al-Quran:
"Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas..." (QS. Yunus [10] : 12).
Risalah Islam mengajarkan, kita harus senantiasa mengingat Allah SWT dalam semua keadaan, baik saat susah maupun senang.
Jika ketika senang kita mengingat Allah, maka Allah "otomatis" akan mengingat kita (menolong kita) saat dalam kesulitan.
“Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur.” (QS. Al Baqarah [2]:152).
"Ingatlah Allah di waktu engkau dalam keadaan senang, niscaya Dia (Allah) akan mengingatmu di waktu engkau mengalami kesusahan. Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya hal-hal yang luput darimu tidaklah ditakdirkan untukmu, dan hal-hal yang mengenaimu tidaklah ditakdirkan untuk luput darimu. Sesungguhnya pertolongan itu datangnya beserta kesabaran, dan jalan keluar itu datangnya bersama dengan musibah; serta sesungguhnya kesulitan itu pasti dibarengi dengan kemudahan." (HR. Muttafaq ‘Alaih).
Ingat kepada Allah SWT dikenal dengan istilah dzikir atau zikir. Secara harfiyah, dzikir artinya ingat atau mengingat.
Tempat dzikir itu dalam hati. Bisa jadi lisan melafadzkan dzikir, namun hatinya tidak. Atau sebaliknya, bisa jadi lisannya tidak menunjukkan seseorang sedang berdzikir, padahal Allah SWT senantiasa hadir dalam hatinya.
Dengan senantiasa ingat Allah SWT (dzikrullah), bukan saja kita akan kian dekat dengan-Nya, tapi juga akan kian taat dan ingat perintah dan larangan-Nya.
Semoga kita diberi kekuatan untuk senantiasa mengingat Allah SWT dalam keadaan senang ataupun susah. Amin...! Wallahu a'lam bis-shawabi. (www.risalahislam.com).*
"Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas..." (QS. Yunus [10] : 12).
Risalah Islam mengajarkan, kita harus senantiasa mengingat Allah SWT dalam semua keadaan, baik saat susah maupun senang.
Jika ketika senang kita mengingat Allah, maka Allah "otomatis" akan mengingat kita (menolong kita) saat dalam kesulitan.
“Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur.” (QS. Al Baqarah [2]:152).
"Ingatlah Allah ketika senang, maka Allah akan mengingat engkau ketika sulit.” (HR. Hakim).
"Ingatlah Allah di waktu engkau dalam keadaan senang, niscaya Dia (Allah) akan mengingatmu di waktu engkau mengalami kesusahan. Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya hal-hal yang luput darimu tidaklah ditakdirkan untukmu, dan hal-hal yang mengenaimu tidaklah ditakdirkan untuk luput darimu. Sesungguhnya pertolongan itu datangnya beserta kesabaran, dan jalan keluar itu datangnya bersama dengan musibah; serta sesungguhnya kesulitan itu pasti dibarengi dengan kemudahan." (HR. Muttafaq ‘Alaih).
Ingat kepada Allah SWT dikenal dengan istilah dzikir atau zikir. Secara harfiyah, dzikir artinya ingat atau mengingat.
Tempat dzikir itu dalam hati. Bisa jadi lisan melafadzkan dzikir, namun hatinya tidak. Atau sebaliknya, bisa jadi lisannya tidak menunjukkan seseorang sedang berdzikir, padahal Allah SWT senantiasa hadir dalam hatinya.
Dengan senantiasa ingat Allah SWT (dzikrullah), bukan saja kita akan kian dekat dengan-Nya, tapi juga akan kian taat dan ingat perintah dan larangan-Nya.
Semoga kita diberi kekuatan untuk senantiasa mengingat Allah SWT dalam keadaan senang ataupun susah. Amin...! Wallahu a'lam bis-shawabi. (www.risalahislam.com).*
Langganan:
Postingan (Atom)

